Recent Articles

PUPUK HAYATI

| 18/06/2014 | 0 Comments
Pupuk hayati (biofertilizer) seringkali dianggap sebagai pupuk organik. Kekeliruan ini sepertinya sepele, namun bisa berakibat fatal jika terdapat kesalahan dalam menggunakannya. Pada kesempatan ini alamtani akan membahas mengenai pengertian dan fungsi pupuk hayati. Permentan No.2 tahun 2006, menggolongkan pupuk hayati kedalam pembenah tanah, bukan pupuk organik. Pembenah tanah itu sendiri bisa organik
[ KLIK selanjutnya ]

PUPUK DOLOMITE

| 15/06/2014 | 0 Comments
Super Dolomit merupakan solusi utama bagi pertanian, perkebunan, dan tambak yang banyak diusahakan di atas tanah yang bereaksi masam, seperti tanah tanah di luar pulau jawa. Faktor yang menyebabkan sehingga tanah tanah diluar pulau jawa memiliki tingkat kemasaman tinggi antara lain karena curah hujan yang tinggi, faktor penggunaan pupuk nitrogen yang berlebihan, asal batuan induk yang memiliki reaksi
[ KLIK selanjutnya ]

Pendaftaran Pupuk dan Pestisida Menurut Permentan

| 11/06/2014 | 0 Comments
Berikut ini kami lampirkan Peraturan perundang-undangan dan peraturan menteri pertanian yang terkait dengan pendaftaran pupuk dan pestisida di Kementerian Pertanian, semoga hal ini bermanfaat : 1. Undang-undang nomor 12 tahun 1992 tentang Budi Daya Tanaman 2. Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1973 Pengawasan Atas Peredaran, Penyimpanan Dan Penggunaan Pestisida 3. Peraturan Menteri Pertanian Nomor
[ KLIK selanjutnya ]

PEMBENAH TANAH

| 05/06/2014 | 0 Comments
Semoga artikel dibawah ini bermanfaat bagi kawan-kawan semua.. selamat Membaca Pupuk Zeolit Batuan Zeolit Sebagai Salah Satu Alternatif Bahan Pembenah Tanah Kesuburan dapat digolongkan dalam tiga kelompok yaitu: kesuburan fisika, kimia dan biologi. Untuk mengatasi menurunnya kesuburan tanah ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Termasuk dengan cara memberikan bahan pembenah tanah. Bahan
[ KLIK selanjutnya ]

Menumbuhkan Petani Muda Wirausaha

| 14/04/2013 | 0 Comments
  Syamsu Hilal 29 Jan 2013   PENDAHULUAN Latar Belakang Krisis ekonomi yang menimpa bangsa Indonesia pada tahun 1997 telah mengakibatkan pelaku usaha di Indonesia tertinggal lima hingga tujuh tahun dibandingkan dengan pelaku usaha negara lain. Kondisi ini mengakibatkan daya saing ekonomi nasional mengalami penurunan peringkat secara signifikan. Karena itu, kebutuhan pengembangan
[ KLIK selanjutnya ]